Friday, December 12, 2014

Materi PIDATO ANTI KORUPSI : Aku (Juga) Benci Korupsi

Tak ada habisnya jika membahas pasal korupsi di negeri ini. Yah... para koruptor sepertinya telah berhasil menjadikan Indonesia kini berada di posisi yang bukan lagi pada urutan 10 atau 100 besar, tapi menduduki peringkat ke 4 negara terkorup di dunia!. Ironisnya lagi, para koruptor (saya lebih suka menyebutnya tikus berdasi) yang kebanyakan adalah pejabat-pejabat tinggi negara, berdasarkan data Indonesian Corruption Watch rata-rata hanya diberikan hukuman di bawah 2 tahun. Bahkan masih banyak yang berkeliaran memimpin masyarakat tanpa rasa malu. Bayangkan! Bagaimana Indonesia bisa maju? Didorong? -_- Belum lagi di antaranya yang menerima fasilitas bak istana selama hukuman. Apa kabar Perundang-undangan Indonesia? Pengadilan seakan-akan tak mencerminkan ideologi hukum yang baik. Kini hukum hanya tajam jika ke bawah dan tumpul jika berhadapan dengan kalangan atas. Mungkin hukum akan tajam pula pada kalangan atas ketika hukum itu sendiri berbunyi 1; Keuangan yang maha kuasa, 2; korupsi yang adil dan merata, 3; persatuan mafia hukum Indonesia, 4; Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan, 5; kenyamanan sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat Indonesia.
Coba kita bandingkan hukuman untuk para koruptor di dunia; di Inggris koruptor ditembak mati, di Amerika koruptor ditembak 100 kali, di Malaysia para koruptor digantung, di Arab para koruptor dipotong tangannya, di Indonesia? Malah masa tahanannya yang dipotong. Tak heran jika praktik korupsi di Indonesia sudah mengakar dan merambah hampir semua sektor kehidupan bernegara. Tindakan para tikus berdasi ini bukan lagi karena deasakan kebutuhan, melainkan tindakan yang mengandung unsur keserakahan, nafsu, dan tidak adanya rasa syukur pada diri mereka. Akibatnya? Kebocoran anggaran negara dalam jumlah yang besar hingga kemiskinan yang menjerat sebagian besar warga negara. Presiden (nama disensor) dulu sewaktu kampanye bilang “Kalau saya jadi presiden, korupsi turun”; iya, turun temurun... haha. “Kalau saya jadi presiden, Indonesia bebas korupsi”; iya, maksudnya korupsi di Indonesia bebas. “Katakan tidak pada korupsi!”; tidak usah nolak yah, pak. Hehe.
Sahabat-sahabat saya yang super (wetz B)), tindakan korupsi ini merupakan sel kanker yang akan terus meluas ke semua aspek. Jika kita sering mendengar ungkapan korupsi harus dibasmi hingga ke akarnya, justru kita harus mulai membunuhnya dari akar sehingga sel cabang yang mengikutinya pun ikut mati. Maka dari itu selanjutnya kita butuh pemimpin yang mampu membedah dan memotong sel kanker tersebut. Negeri ini memerlukan orang yang tidak hanya memiliki kepintaran secara akademik, melainkan moral dan kejujuran dalam setiap aspek kehidupannya. Indonesia perlu mempersiapkan generasi mendatang yang berkarakter kuat dengan menanamkan kebiasaan dan nilai-nilai emosional sejak dini melalui pendidikan karakter. Mengapa? Karena dalam kenyataanya korupsi tidak hanya dilakukan para pejabat, para pelajarpun secara tidak langsung telah menjadi koruptor-koruptor muda. Seperti apa? Kebiasaan menyontek, melanngar aturan, tidak disiplin waktu, atau sebagai contoh korupsi uang jajan. Waduh…


Pejabat semustinya tidak melihat ke atas dalam hal harta. Sering-seringlah melihat ke bawah dan bersyukur dengan apa yang ada. Bagi para generasi muda, ungkapan aku benci korupsi jangan dijadikan sebagai atribut seragam semata. Buktikan dengan tidak menjadi koruptor muda perusak negara. Indonesia tidak butuh pemerintah yang semena-mena, melainkan pemuda yang mampu menjadi teladan generasi penerus bangsa.



0 comments:

Post a Comment